Atlit PON Pakai Doping

Olahraga nasional dalam siaga penuh. Tercatat 9 peraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional 2012 Riau terdeteksi menggunakan doping. Bahkan, satu atlet harus melepas gelar juara dan medali emas yang direbut. Adalah binaragawan asal Sumatera Selatan, Iwan Samurai, yang dipastikan positif doping. Medali emas dari kelas 70 kilogram pun harus lepas dari genggamannya. Ia juga dikenai sanksi tidak boleh tampil di turnamen apapun selama 2 tahun.

"Dalam sampel urine yang bersangkutan, kami temukan zat golongan diuretic. Zat ini digunakan untuk mengeluarkan urine lebih cepat sehingga berat badannya bisa turun. Biasanya dipakai oleh atlet di kelas-kelas berat. Zat ini melanggar kode antidoping S5," jelas Ketua Dewan Disiplin Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI), Cahyo Adi.

Dari 781 sampel yang diambil pada PON 2012 lalu, tercatat 9 atlet yang diduga menggunakan doping. Jika Iwan sudah dinyatakan positif, beda dengan 8 atlet lainnya. Enam atlet lain mengajukan banding dengan meminta pemeriksaan pada sampel B. Keenam atlet itu berasal dari balap sepeda (2 atlet), judo (1), wushu (1), dayung (1) dan menembak (1). Sedangkan dua atlet lagi juga akan menjalani pemeriksaan.

"Karena zat yang terkandung dalam urine dua atlet ini bisa dikeluarkan alamiah oleh tubuh. Mereka (8 atlet) belum kami jatuhkan sanksi. Harus dapat hasil yang jelas dulu," tambah Cahyo. Karena Indonesia belum memiliki laboratorium yang terakreditasi, LADI akan menyerahkan sampel-sampel urine itu ke laboratorium Badan Antidoping Asia Tenggara di Bangkok, Thailand.

Ditanya soal siapa-siapa saja atlet yang terjerat dalam kasus doping ini, Cahyo memilih untuk menunggu hasil tes di Bangkok keluar lebih dulu. "Tidak etis kalau belum pasti, tapi sudah dikasih tahu. Mudah-mudahan hasilnya keluar akhir minggu ini," imbuhnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel