Sumirat Dwiyanto

Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Sumirat Dwiyanto mengungkapkan, hukuman mati dan sempitnya kehidupan di balik jeruji besi rupanya tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk kembali melakukan tindak kejahatan, terutama pengendalian narkoba.

Padahal fungsi lapas salah satunya untuk memulihkan kembali diri napi agar menjadi warga negara yang baik. "Dari pengembangan kasus oleh BNN, dapat disimpulkan untuk sekian kalinya, jeruji besi dan vonis hukuman mati bukanlah menjadi penghalang bagi para bandar narkoba untuk mengendalikan bisnisnya," kata Sumirat saat dihubungi, Minggu (2/12/2012).

Menurut Sumirat meski dibalik jeruji besi, mereka lebih leluasa mengendalikan peredaran narkotika ke masyarakat luas. "Mereka sudah dihukum berat dan terpidana mati. Karena tidak punya harapan hidup, sementera keluarga mereka diluar butuh uang untuk hidup, ya dilakukanlah hal itu," katanya.

Lebih lanjut Sumirat mengungkapkan, uniknya masalah orang yang terjebak dalam manisnya bisnis narkotika. "Semua tersangka niatnya mulia untuk menghidupi keluarganya. Tapi dengan merusak tetangganya," lanjutnya.

Terkait kasus jaringan peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas, Sumirat menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini. Kini, pihaknya dapat bergerak lebih luluasa untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan setelah ada nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara BNN dan Kementerian Hukum dan HAM.

"Sebelumnya kami koordinasi dengan Kemenkum HAM. Ini kerja sama yang baik. Setelah MoU antara BNN dan Kemenkum HAM, berulang kali kami berhasil ungkap peredaran narkoba di lapas dan rutan," jelas Sumirat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel