Sriwijaya Air dan Merpati Airlines

Adanya potensi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur membuat maskapai penerbangan mengepakkan sayap bisnis di wilayah tersebut. Seperti Sriwijaya Air dan Merpati Airlines. Agus Soedjono, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, mengatakan pasar penerbangan ke wilayah Indonesia Timur masih berpotensi lantaran posisi geografisnya yang sulit dijangkau lewat jalur darat. "Padahal pertumbuhan ekonomi di wilayah ini sekitar 8 persen-10 persen per tahun," katanya kemarin.

Saat ini, Sriwijaya Air sudah mengajukan permohonan ke Kementerian Perhubungan (Kemhub) untuk penambahan rute anyar di wilayah tersebut. Sayang, Agus masih belum mau memberitahukan soal rute baru tersebut lantaran masih menunggu persetujuan dari Kemhub.

Sriwijaya telah terbang ke beberapa kota di wilayah Indonesia Timur. Seperti Sorong, Manokwari, Biak, Jayapura, Ambon, dan Gorontalo. Tingkat keterisian penumpang (load factor) di rute tersebut cukup bagus. Rata-rata sekitar 85 persen. Pasalnya, maskapai penerbangan yang melayani rute ke Indonesia Timur tidak sebanyak ke Indonesia Barat.

Selain menambah rute baru, Sriwijaya juga menambah frekuensi penerbangan. Misalnya Jakarta - Jayapura dari satu kali sehari menjadi tiga kali sehari. Merpati Nusantara Airlines juga membuka rute baru Makasar - Jayapura pulang pergi di akhir tahun ini. Rute ini dilayani Merpati sebanyak tiga kali seminggu. Selain itu ada lagi rute Manado – Makassar pulang pergi selama tiga kali seminggu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel