Saham di Bursa Asia Bergerak Mantap

Saham-saham di bursa Asia bergerak mantap pada awal transaksi Jumat, 12 Oktober 2012. Meski demikian, pasar masih dibayangi kekhawatiran tentang perolehan pendapatan perusahaan yang menurun dan perlambatan ekonomi global yang membatasi pertumbuhan ekonomi. Saham-saham pertambangan memimpin kenaikan setelah terjadi fluktuasi pada harga komoditas tembaga dan bijih besi pada Kamis.

Seperti dikutip Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen, dengan indeks Nikkei dibuka menguat tipis, setelah ditutup pada titik terendah dalam dua bulan terakhir pada Kamis. Nikkei di bursa Tokyo berbalik arah menguat atau rebound pada awal perdagangan hari ini dengan kenaikan 0,1 persen menjadi 8.555,45. Sementara itu, indeks Topix terangkat 0,7 persen ke level 718,66.

Meski demikian, indeks MSCI Asia di luar Jepang itu telah turun lebih dari 1 persen pekan ini, sedangkan Nikkei melemah lebih dari 3,5 persen. "Hari ini di AS, JP Morgan akan merilis pendapatannya," kata Kenichi Hirano, operating officer Tachibana Securities di Tokyo seperti dikutip Reuters. "Selanjutnya, perusahaan-perusahaan lain akan merilis pendapatan pekan depan. Jika hasilnya mengecewakan, investor akan melepas saham."

Sementara itu, saham-saham di bursa Wall Street cenderung berakhir mendatar pada transaksi Kamis. Sentimen perbaikan di pasar tenaga kerja terhadang oleh penurunan saham Apple, setelah pengadilan banding AS membatalkan larangan penjualan Samsung Electronics dalam pertempuran paten di antara mereka.

Laporan mengenai jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah lebih dari 4 tahun terakhir, tidak mampu memberikan dukungan ke pasar. "Kecuali kami mendapatkan berita positif dari perusahaan-perusahaan yang memperolah laba," kata Robert Pavlik, kepala strategi pasar Banyan Partners yang berbasis di New York.

Pada akhir perdagangan di bursa AS, indeks Dow Jones industrial average turun 18,58 poin atau 0,14 persen ke level 13.326,39. Sementara itu, indeks S&P 500 naik tipis 0,28 poin atau 0,02 persen menjadi 1.432,84. Selanjutnya, indeks Nasdaq Composite merosot 2,37 poin atau 0,08 persen ke posisi 3,049.41.

Di pasar global itu, beberapa saham blue chips berbalik melemah menjelang akhir penutupan pasar. "Laba dan pendapatan perusahaan akan menjadi faktor penting di pasar," kata Stephen Wood, kepala strategi pasar Russell Investments. "Kami akan menempatkan pendapatan sejumlah perusahaan dalam pengawasan ketat kami dan melihatnya sangat hati-hati.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel