Gejala Megalomania Yang Harus Kita Ketahui

Kebutuhan seseorang untuk pengakuan orang lain tanpa sadar membuatnya merasa menjadi lebih hebat dan meninggikan diri dibanding orang lain. Salah satu hal yang mungkin terjadi ketika seseorang merasa dirinya lebih hebat dibanding orang lain dan butuh pengakuan adalah munculnya sebuah hal yang biasa disebut megalomania.

1. Tingkatan Megalomania

Terdapat beberapa tingkatan perkembangan seseorang dalam mengalami megalomania. Pada awalnya, masalah kejiwaan ini tidak mudah dikenali namun seiring waktu bakal tampak makin jelas. Lebih jauh, hal ini bisa berakibat pada depresi dan juga munculnya demensia.

Tingkat pertama : Mulai muncul tanda pertama dari masalah kesehatan ini. Seseorang bakal mulai merasa ingin tampak dibanding orang lain dan menunjukkan kepribadian mereka yang menginginkan penghormatan atau pengakuan.

Tingkat kedua: Seseorang mulai menampakkan perkembangan penyakit dan menunjukkan gejala yang lebih jelas untuk dihargai dan dihormati orang lain.

Tingkat ketiga: Kondisi megalomania yang dialami seseorang semakin serius baik secara fisik dan mental. Lebih lanjut, percobaan bunuh diri bisa terjadi dan mungkin berkembangnya demensia.

2. Bahaya Lanjutan Kesehatan dari Megalomania

Megalomania secara klinis sering disebut sebagai gejala dari penyakit seperti masalah manic depressive atau gejala paranoid. Dua masalah kesehatan ini bisa mendorong munculnya megalomania pada seseorang.

Cukup sering masalah kesehatan ini berkembang menjadi skizofrenia dan sejumlah masalah saraf lainnya. Pada jangka panjang, megalomania ini bisa menyebabkan kerusakan otak.

3. Penyebab Megalomania

Terdapat sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko megalomania. Salah satu hal yang bisa menyebabkan munculnya hal ini adalah karena faktor tuntutan orangtua yang cukup tinggi. Hal kedua yang dapat menyebabkan masalah ini adalah kecanduan obat-obatan dan alkohol.

Selain karena perilaku tersebut, masalah kesehatan berikut juga bisa menyebabkan megalomania:
- skizofrenia
- neurosis atau masalah mental
- trauma moral masa kecil
- trauma otak
- munculnya sifilis

Patut diketahui juga bahwa terdapat risiko berkembangnya masalah ini ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini terutama dapat muncul pada hasrat berlebihan seseorang terhadap kesempurnaan dan kepemimpinan.

4. Gejala Megalomania yang Muncul

Secara umum, gejala megalomania yang mungkin muncul adalah sebagai berikut:

- berubahnya penilaian terhadap diri sendiri baik secara kemampuan fisik dan mental
- narsisme
- perubahan mood yang sering
- meningkatnya aktivitas
- ketidakpedulian terhadap pendapat orang lain
- perilaku agresif pada orang lain
- gejala insomnia
- hanya terpusat pada pikiran diri sendiri

Ketika sejumlah gejala tersebut kamu alami, mungkin kamu sudah menuju perilaku megalomania. Ketika terjadi kondisi tersebut, segera konsultasi dengan psikiater atau psikolog untuk mengatasi masalah tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel