kasus Pemalsuan Tanda Tangan Sahabuddin Toha

Karena sibuk, Badan Kehormatan (BK) DPRD Parepare hingga kini belum menggelar rapat klarifikasi kasus pemalsuan tanda tangan Sahabuddin Toha dalam dokumen perjalanan dinas luar kota. Ketua BK DPRD Pinrang Alimuddin Ngaru mengaku masih berada di Jakarta dalam rangka perjalanan dinas.“Saya masih sibuk dek. Saya masih di Jakarta.

Tapi sepulang dari sini (Jakarta), sidang klarifikasi segera kita lakukan,” kata Alimuddin kepada media kemarin. Sahabuddin Toha, anggota Komisi II DPRD Parepare, jika dalam pekan ini belum juga digelar, dia akan menyurati BK untuk mempertanyakan alasan molornya sidang klarifikasi pemalsuan dokumen perjalanan dinas yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD dan staf di sekretariat dewan.

“Saya masih menunggu panggilan BK selaku pelapor,” kata Sahabuddin. Diketahui, dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) 2011,muncul tiga laporan perjalanan dinas yang diduga fiktif atas nama Sahabuddin Toha. Merasa tidak tahu menahu soal tiga perjalanan dinas yang diperkirakan merugikan keuangan negara hingga Rp18 juta tersebut, legislator PKS ini kemudian melapor ke BK DPRD Pinrang.

Selain pemalsuan tandatangan, Sahabuddin juga melaporkan mark up pembelian tiket perjalanan dan pemalsuan dokumen pembelian tiket pesawat.“ Jangan sampai laporan saya ini dimentahkan oleh BK. Sebelumnya, saya juga pernah mengajukan laporan terkait dugaan suap anggota DPRD tahun 2010 yang hingga kini tidak ditindak lanjuti oleh BK,” ujar dia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel