Pemanggilan kedua kepada Suminto Adi

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur hari ini melayangkan pemanggilan kedua kepada Suminto Adi, tersangka ketiga kasus korupsi dana kas Kabupaten Mojokerto senilai Rp 40 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim Palty Simanjuntak mengatakan, pemanggilan kedua itu dilakukan karena pada pemanggilan pertama, Senin (5/3/2012), Suminto Adi tidak datang dengan alasan kesehatan. "Kemarin alasannya manusiawi. Hari ini kami panggil lagi," kata Palty, Selasa (6/3/2012).

Menurut Palty, jika yang bersangkutan tidak memenuhi pemanggilan kedua, pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan ketiga. "Apabila tetap tidak datang, terpaksa kami jemput paksa," tegas Palty yang ditemui usai menghadiri pencanangan Zona Integritas Antikorupsi Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (6/3/2012).

Diberitakan sebelumnya, dua tersangka lain kasus ini, yakni mantan Bupati Mojokerto Ahmadi dan wakilnya Suwandi, telah dijebloskna ke Rumah Tahanan Medaeng. Keduanya telah menjalani pemeriksaan di Kantor Kejati selama lebih dari lima jam.

Kedua pejabat yang memimpin Mojokerto selama 2002 hingga 2007 itu melibatkan Suminto Adi dalam mengeluarkan dana kas daerah senilai Rp 40 miliar selama keduanya menjabat. Saat itu Suminto Adi, yang kini masih menjadi anggota DRPD dari Partai Amanat Nasional (PAN), menjabat di Bank Jatim Mojokerto. Perannya dalam kasus ini disebut membuat rekening koran palsu sehingga seolah-olah pencairan uang itu tidak terpakai sehingga tidak tercium saat ada pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Timur, Mulyono, menerangkan, modus penyelewengan keuangannya adalah Ahmadi memerintahkan Dinas Pendapatan dan Pengeluaran Keuangan Anggaran Daerah (DPPKAD) mengeluarkan uang secara bertahap sebesar kurang lebih Rp 35 miliar.

"Sebenarnya DPPKAD sempat menolak, namun Ahmadi memaksa dengan cara memanfaatkan disposisi. Padahal cara itu bertentangan dengan mekanisme pencairan uang,'' katanya. Modus yang sama juga dilakukan Suwandi saat dia menjabat Plt Bupati Mojokerto menggantikan Ahmadi, yang tengah maju pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada 2008.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel