Meningkatkan kemampuan Speaking dan Listening

Mendengar dan berdialog langsung dengan tamu asing menjadi salah satu metode meningkatkan kemampuan speaking dan listening dalam mempelajari bahasa Inggris. Hal ini pula yang diterapkan dalam Up Grading Sastra Inggris Universitas Muslim Indonesia (UMI). Kendati dominan dipandu mahasiswa dan alumni sastra, agenda rutin fakultas sastra kerap dikunjungi dan menghadirkan tamu asing. Momen ini yang dimanfaatkan peserta untuk memotivasi diri mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Metode ini juga terbukti mampu meningkatkan kemampuan pronounciation mahasiswa Sastra Inggris UMI dengan mendengar langsung dari native speaker.

Salah satu tamu asing yang sempat mengunjungi Up Grading UMI, Stephanie, misalnya. Warga Amerika Serikat ini sempat didaulat sebagai presenter dalam meeting tersebut. Saat berbicara, langsung tercipta suasana keakraban. Ditambah antusiasme peserta yang sangat tertarik menggunakan pengalaman yang didapatnya di Up Grading dengan berbincang langsung bersama native speaker. Meskipun terkadang ada yang masih malu-malu berbicara, setelah mendengar cerita yang dibawakan secara santai,tiba-tiba suasana menjadi ramai.

Terkadang terlihat tawa dari Stephanie ataupun peserta sehingga konsep belajar di alam terbuka ataupun nonformal itu dapat tercapai. Salah satu contoh yang diberikan Stephanie, yakni floor, flour danflower, yang diikuti peserta. Ketika ditanya bagaimana cara termudah dalam mendapatkan speaking skill, warga Florida AS ini mengatakan, percakapan sebisa mungkin harus dilatih hingga fasih dalam pengucapan. “By practising your speaking skill more and more and you will have a fluent speaking eventually (Teruslah melatih percakapan sesering mungkin sehingga Anda bisa berbicara dengan lancar)” ungkap Stephanie yang juga volunteer pengajar anak-anak autis di salah satu LSM Makassar.

Sementara itu, warga Amerika Serikat lainnya, James Belfiore yang akrab disapa Mr Jimmy, juga sempat berbagi pengalaman hidupnya. Seperti Stephanie, perbincangan dilakukan dengan menggunakan bahasa Inggris untuk melatih listening danspeaking peserta. “Saya sudah terlalu tua untuk mengajar, anak-anak sering memanggilku kakek. Mudah-mudahan pekan depan istri saya dan ataupun Ms Stephanie dapat hadir di meeting ini,”ungkap Jimmy yang apoteker yang juga mempunyai istri seorang ahli herbal.

Kendati demikian, dia juga memberikan semangat kepada peserta bahwa belajar memang tidak mengenal usia. Apalagi bahasa Inggris bukan bahasa yang susah dipelajari. Namun, perlu berlatih melalui percakapan dan mendengar. “Kami berharap setelah Up Grading usai, BEM Sastra UMI dan pihak fakultas akan bekerja sama dalam hal menerapkan English Area di kampus utama area Fakultas Sastra UMI,” ungkap Wakil Dekan III Muhammad Yunus. Menurut dia, selain mahasiswa, dosen, pegawai juga diharapkan bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Selain itu, untuk memanaskan semangat para peserta, panitia juga mengadakan Final Up Grading English Debating Championship, Minggu (12/2), dengan mengambil tema debat This House Would Limit the Quota of Urban Students to Study in the City. “Debat ini dilakukan demi menindaklanjuti harapan pimpinan UMI yang diwakili Wakil Rektor I H Syahnur Said,yakni mencari bibitbibit baru debater Fakultas Sastra UMI serta mendukung visi UMI menuju world class university,”ujar salah seorang dosen Fakultas Sastra Inggris UMI Salmia Syarifuddin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel