PT Garuda Indonesia Tbk

PT Garuda Indonesia Tbk akan menambah 20 pesawat baru pada 2012 sebagai upaya perseroan menambah penumpang. Langkah ini juga dilakukan dalam rangka peremajaan pesawat.

Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar, mengatakan perseroan berencana menambah jumlah pesawat pada 2012 sebanyak 20 pesawat baru menjadi 105 pesawat. "Program ini masuk rencana kerja 2012. Kami akan membeli 18 jenis pesawat Airbus 300-200, dan dua pesawat Boeing," kata Emir pada Konferensi Pers Kinerja 2011 dan Rencana Kerja 2012 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk du Gedung Manajemen Garuda City, Tangerang, Banten, Kamis, 12 Januari 2012.

Emir menjelaskan, tahun ini perseroan menargetkan dapat mengangkut penumpang hingga 22 juta atau lebih tinggi 30 persen dibanding 2011.

Selain itu, perseroan juga akan meremajakan usia pesawatnya dari umur 6,5 tahun di 2011 menjadi 5,8 tahun di tahun ini. "Pesawat-pesawat yang telah berusia tua akan dikembalikan ke perusahaan leasing atau menjualnya. Sebagai gantinya, kami datangkan pesawat baru dan membeli pesawat-pesawat yang berusia muda," ungkapnya.

Kemudian, dalam upaya menambah jumlah pesawat baru tersebut, perusahaan dengan kode perdagangan saham GIAA itu telah menyiapkan dana belanja modal tahun ini sebesar Rp1,4 triliun. Dana itu bersumber dari kas internal perseroan. Selain untuk membeli pesawat, belanja modal ini juga akan digunakan untuk biaya operasional perusaan.

"Upaya-upaya kerja ini ditujukan untuk peningkatan pendapatan perusahaan," katanya. "Kami menargetkan terjadi kenaikan pendapatan di tahun ini sebesar 21 persen dari pencapaian pendapatan di 2011 sebesar Rp27,1 triliun."

Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan mengatakan, ada beberapa manfaat yang diperoleh perseroan dengan penggunaan pesawat baru. Salah satunya, mempermudah pengoperasian, karena Garuda hanya akan mengoperasikan armada B737-800NG, Airbus A330, dan Boeing 999.

Selain itu, dari sisi biaya juga akan lebih murah karena konsumsi bahan bakar yang lebih efisien dan biaya perawatannya lebih murah. "Dari sisi kepuasan konsumen, kami akan mendapatkan pesawat yang interiornya dan perlengkapan lebih modern, tapi yang terpenting adalah sisi biaya," kata Elisa.

Rute Baru

Garuda akan membuka rute baru internasional ke India dan Taiwan. Untuk domestik perusahaan ini melirik rute ke Jakarta-Gorontalo dan penambahan frekuensi di jalur-jalur yang sudah ada. Khusus rute Jakarta-Amsterdam, hingga saat ini tercatat masih merugi.

Berdasarkan laporan tahunan sebelum diaudit, Garuda meraih pendapatan di 2011 Rp27,1 triliun atau naik 39 persen dibandingkan 2010. Jumlah penumpang Garuda juga mengalami lonjakan menjadi 17,1 juta penumpang atau 36,8 persen dibanding 2010 sebanyak 12,5 juta penumpang. Usia pesawat juga mengalami peremajaan dari usia 8,1 tahun menjadi 6,5 tahun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel