Akibat Penyakit Malaria

Amin, 35, warga Kabupaten Maros,nekat gantung diri di dalam kamar, sekitar pukul 20.20 Wita, Minggu (29/1) lalu. Korban diduga memilih mengakhiri hidupnya karena frustrasi terhadap penyakit malaria yang lama dideritanya. Warga Kalumpang, Lingkungan Macoa, Kelurahan Soreang, Maros, ini baru diketahui gantung diri setelah kakak kandungnya, Najamuddin, 45, pulang dari masjid seusai melaksanakan salat isya.

Kami curiga dia (Amin) gantung diri saat rumah dalam keadaan kosong,” tutur kakak korban, Abo Tou, kepada wartawan. Dia mengatakan,selama ini Amin dirawat di rumah kakak tertuanya, yakni Najamuddin,di Kampung Balang, Lingkungan Kasuarrang, Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau.

Najamuddin berprofesi sebagai imam desa.Amin menderita penyakit malaria sejak tinggal di Nabire, Papua,dan kembali ke Maros untuk berobat. “Saat kejadian, rumah sedang kosong karena kakak saya (Najamuddin) ke masjid untuk salat isya.Saat pulang,dia sudah mendapati Amin berbadan kaku dengan posisi tergantung pada tali dikolong rumah. Kami curiga mungkin dia frustrasi karena penyakit malarianya,”tuturnya.

Sementara Najamuddin mengaku, dia sama sekali tak punya firasat jika adiknya akan melakukan aksi nekat itu. “Saat saya mau ke masjid, dia baikbaik saja. Saat itu dia sedang makan. Jadi, saya tidak curiga. Ternyata waktu saya pulang,dia sudah mengakhiri hidupnya dengan gantung diri,”ujarnya. Kapolsek Lau AKP Aris Arifin mengatakan, pihaknya telah menerima laporan. Pihaknya bersama tim medis dan Satuan Reskrim Polresta Maros sudah melakukan visum dan olah TKP.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel