Coastal Road

Pembangunan kawasan bisnis dan jalan pinggir pantai atau coastal road di hampir 9 km sepanjang pantai Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, bukan hal penting, apalagi mendesak. Dampak lingkungan dan privatisasi investor-investor besar adalah kompensasi yang teramat mahal dibandingkan manfaat dari aspek bisnis dan pariwisata. Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Timur Isal Wardhana, Senin (30/1/2012).

"Coastal road sepanjang 9 km, dengan jarak 500 meter dari tepi pantai, secara kasat mata saja sudah berimbas ke lingkungan. Sebab, bentang pantai akan berubah, karena diuruk. Terumbu karang juga semakin terancam. Arus hidrologis pantai akan berubah, pelayaran kapal-kapal nelayan akan terganggu, sekaligus biota di laut akan menghilang. Belum lagi menyoal potensi abrasi. Lagipula, apakah itu bisa mengondisikan pantai baru untuk menggantikan pesisir yang sudah diuruk itu? Tidak semudah itu," kata Isal.

Kecemasan lain, lanjut dia, adalah keuntungan coastal road hanya akan dinikmati investor. Sebab, ketika Pemkot Balikpapan hanya menyediakan lahan dan membantu proses perizinan, maka biaya coastal road Rp 4,5 triliun akan ditumpukan ke investor. Dengan kata lain, investor jelas ingin modalnya kembali cepat dan satu-satunya cara adalah menjalankan privatisasi.

Coastal road nantinya akan menjadi pusat bisnis baru di Balikpapan, yang bisa diisi dengan perkantoran, hotel, dan tempat-tempat wisata. Pemkot Balikpapan berpendapat, coastal road juga berfungsi memecah kepadatan lalu lintas.

"Kalau kawasan coastal road hanya berisi apartemen, mal, pusat perbelanjaan dan kuliner, apa bedanya dengan sekarang? Malah nanti tidak ada pantai alami lagi. Costal road juga akan menuai konflik. Apakah kawasan bisnis yang sekarang tumbuh di pesisir dan mengandalkan pemandangan pantai berikut lautnya, mau begitu saja di jauhkan dari pantai?" lanjutnya.

Terpisah, Kepala Bagian Humas Pemkot Balikpapan Aji M Sofyan berpendapat, tujuan utama dibangunnya coastal road adalah membalik muka pantai menghadirkan pemandangan pantai untuk publik.

"Pihak investor nanti juga diwajibkan menyediakan ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pemkot juga berhati-hati menentukan investor mana yang akan menggarap coastal road," kata Aji.

Saat ini, sudah 14 investor menyatakan minat. Adapun proses persiapan dan penyiapan lahan untuk coastal road diharapkan sudah bisa dimulai tahun ini. Pembangunan coastal road diprediksi 5-6 tahun.

Menyinggung berapa bangunan dan rumah warga yang akan dirobohkan demi pembangunan coastal road, menurut Aji, masih didata. Yang penting, manfaat coastal road bisa disampaikan ke masyarakat. Salah satu bangunan milik pemerintah yang dirobohkan adalah Gedung DPRD Balikpapan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel