Puluhan ekor sapi mati mendadak

Puluhan ekor sapi milik warga yang diternakkan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Patommo, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, mati mendadak sejak sepekan lalu. Sapi ini diduga mati mendadak akibat memakan sampah. Salah seorang pemilik sapi, Zainudin Laise, mengungkapkan, rata-rata sapi yang mati mendadak itu tidak memperlihatkan gejala sakit. Dia menduga sapi itu mati karena memakan makanan dari limbah sampah di TPA Patommo. “Sapi saya saja sudah 10 ekor yang mati. Kalau dijumlah, sudah ratusan sapi milik warga lain di sekitar lokasi ini yang mati,”ungkapnya.

Dia mengaku pernah membelah perut sapi yang mati. Di dalam perut sapi itu ditemukan banyak sampah berupa kantong plastik.Dia mengklaim sudah berkali-kali menyampaikan hal itu kepada DPRD dan pemerintah setempat, tapi belum mendapat respons.Menurut dia, kalau dihitung sapi mati dalam dua tahun terakhir, jumlahnya sudah ratusan. “Kasihan kami. DPRD dan pemerintah seharusnya memperhatikan hal ini,”ujar dia.

Hal senada juga dilontarkan pemilik sapi lain, Ambo Upe. Dia berharap pemerintah bertindak cepat guna menekan kerugian warga akibat kematian sapi tersebut. Dia meminta pemerintah memagari lokasi TPA Patommo agar sapi warga tidak masuk dan memakan sampah-sampah yang ada di sana. ”Bisa dibayangkan berapa kerugian warga. Satu ekor sapi dewasa saja jika dijual harganya minimal Rp8 juta,” katanya.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sidrap Muhammad Azis membenarkan kasus kematian sapi warga tersebut. Dia mengaku sudah menurunkan tim untuk mengecek informasi itu, berikut penyebab sapi warga mati. ”Memang ada sapi mati beberapa waktu belakangan ini, jumlahnya sudah puluhan,” ucap dia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel