Indonesia Corruption Watch

Indonesia Corruption Watch (ICW)mendesak Pr esiden Susilo Bambang Yudhoyono mengganti Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh. Menteri Nuh dinilai gagal mengatasi berbagai maalah di dunia pendidikan Indonesia.

"Kami mendukung bila beliau diganti," ujar Koordinator Divisi Monitoring Layanan Publik ICW, Febri Hendri, di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu 25 September 2011.

Menurut Febri, sejak diangkat di kabinet Indonesia Bersatu jilid II tahun 2009 lalu, kinerja Muhammad Nuh selaku orang nomor satu di Kementerian Pendidikan Nasional telah melakukan kesalahan mendasar yang meliputi kebijakan dan lemahnya kepemimpinan. "Banyak sekali persoalan selama beliau memimpin dan ini telah merugikan masyarakat," kata dia.

ICW mencatat, berbagai kekeliruan dan masalah muncul di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional selama Muhammad Nuh memimpin.

Masalah-masalah tersebut antara lain: sertifikasi guru yang tidak mampu meningkatkan kualitas pengajaran guru, ujian nasional, penyaluran dana bos yang kerap terlambat, penerimaan siswa baru, mahalnya pendidikan saat penerimaan siswa baru, tata kelola perguruan tinggi yang otoriter, hingga soal tata kelola Kementerian Pendidikan yang buruk dan terindikasi korupsi.

Hal senada disampaikan oleh Perwakilan Koalisi Pendidikan, Jimmy Paat. Menurut Jimmy, selama dua tahun kepemimpinan Muhammad Nuh, banyak sekali masalah pendidikan yang tak kunjung diselesaikan.

"Soal tawuran yang melibatkan siswa dengan kalangan jurnalis beberapa waktu lalu merupakan puncak adanya persoalan serius dari institusi pendidikan. Kenapa tawuran di bulungan tidak bisa diatasi? Apa yang dilakukan oleh Kemendiknas kita?," ujarnya.

Jimmy berharap Presiden segera mengambil tindakan tegas dengan mengganti Menteri Pendidikan. Sebab jika tidak, maka dikhawatirkan menghambat target pendidikan nasional seperti akses pendidikan yang murah dan mudah serta tata kelola pendidikan yang transparan dan akuntabel. "SBY harus berani lakukan evaluasi terhadap Mendiknas," pungkasnya. Demikian catatan online Mbuh yang berjudul Indonesia Corruption Watch.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel