Terendam banjir setinggi 50–100 sentimeter

Ratusan rumah di Desa Cenning, Kecamatan Malangke Barat (Malbar), Kabupaten Luwu Utara (Lutra), terendam banjir setinggi 50–100 sentimeter akibat hujan deras yang mengguyur selama dua hari, kemarin.

Banjir yang juga menyebabkan jebolnya tanggul penahan air Sungai Rongkong mengakibatkan 200 hektare (ha) areal persawahan dan 20 ha tanaman jagung ikut terendam. Daerah terparah yang terendam banjir, yaitu Dusun Teppo dan Layar Putih. Sejumlah warga di dua dusun tersebut telah mengungsi di rumah kerabatnya di desa lainnya. Di Layar Putih terdapat 2 sekolah yang ikut terendam banjir,1 sekolah dasar (SD), dan 1 madrasah ibtidaiyah (MI).

Kepala Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Malbar Aswad ketika ditemui mengatakan, diantara200hasawah yang terendam,150 ha dipastikan gagal panen jika dalam waktu dua hari terendam air. “Jika dalam waktu dua hari tidak ada penanggulangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara, dipastikan 150 ha padi dan 20 ha tanaman jagung dipastikan gagal panen,” ungkap dia.

Selain Desa Cenning,empat desa lain akan bernasib sama, yaitu Desa Waelawi,Desa Pembunian, Desa Kalitata,dan Desa Pengkajoan. Dari pantauan SINDO,belum ada bantuan dari Pemkab Luwu Utara kepada masyarakat. Padahal,stok pangan mulai menipis dan sejumlah penyakit mulai menyerang warga. Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Luwu Utara Yamsir ketika ditemui SINDO,mengatakan, pihaknya akan mendesak Pemkab Luwu Utara segera mengambil langka konkret untuk menanggulangi banjir yang terjadi di Desa Cenning, Kecamatan Malangke Barat.

“Minimal Pemkab Luwu Utara membantu pembuatan tanggul sementara,”kata Yamsir, legislator asal Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) itu. Untuk jangka menengah harus dilakukan pengerukan Sungai Labuabuah (anak Sungai Rongkong) di Desa Cenning guna memperlancar laju air menuju laut.“Kalau itu dilakukan, insya Allah banjir yang sudah kali kedua terjadi di Cenning ini akan teratasi,” papar dia.

Hal terpenting sekarang penanganan sementara berupa pemasangan tanggul sementara. Hingga berita ini diturunkan, banjir masih menggenangi permukiman dan areal persawahan serta tanaman jagung. Jumlah kerugian akibat banjir belum dapat ditaksir. Demikian catatan online Mbuh tentang Terendam banjir setinggi 50–100 sentimeter.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel