Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Makassar

Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Makassar mengamankan tiga buah kapal bermuatan semen dan kayu yang diduga ilegal. Tiga kapal tersebut, yakni KLM Bintang Cemerlang, KLM Citra Perdana,dan KM Samudera Maluku Jaya IV. Penangkapan dilakukan di tiga lokasi berbeda. Danlantamal VI Makassar Brigadir Jenderal TNI Marinir Chaidier Patonnory mengatakan, kapal tersebut diamankan KRI Rencong- 622 dan KAL Samalona yang melakukan operasi rutin di perairan kawasan timur Indonesia (KTI). “Penyelidikan masih dilakukan dengan sangkaan sementara, yakni pelanggaran administratif.

Tetapi, bisa saja berkembang jika hasil penyelidikan membuktikan bahwa muatan kapal juga ikut bermasalah,” ujarnya kepada SINDO, kemarin. Saat ini ketiga kapal ditahan di Dermaga Layang Mako Lantamal VI hingga menunggu penyelidikan selesai.Sementara KLM Citra Perdana ditangkap di Perairan Bulukumba karena tidak memiliki sertifikat keselamatan dan anak buah kapal (ABK) tidak memiliki surat izin melaut.Kapal ini mengangkut kayu jenis meranti sebanyak 172 ton yang langsung diserahkan ke Kementerian Kehutanan untuk diproses.

Dari pengakuan nakhoda kapal Adir Mawan, kayu rencananya akan dibongkar di Pelabuhan Paotere, Makassar. Pemesannya, PT Tunas Harapan, atas nama H Syamsuddin yang juga agen kayu meranti di Sulsel. Adir Mawan mengaku hanya menerima pesanan mengangkut kayu dari Mangole Maluku Utara tersebut. “Saya tidak tahu apakah kayu ini punya surat-surat atau tidak,” ujarnya. Sementara itu, KLM Bintang Cemerlang yang dinakhodai Salahuddin mengangkut semen Bosowa 6.000 sak dengan tujuan Sanana Maluku Utara.

Kapal dengan 10 anak buah kapal (ABK) diamankan di perairan Selat Tanakeke.Mereka ditahan karena tidak memiliki nomor registrasi yang dipasang di kapal. Sementara satu lagi, KM Samudra Maluku Jaya IV, diamankan karena diduga melakukan pelanggaran fishing ground di perairan yang tidak sesuai surat izin penangkapan ikan (SIPI) ditambah tidak memasang tanda pendaftaran kapal.

Walau KM Samudra Maluku Jaya IV tidak memuat apa-apa, aktivitasnya di perairan lepas yang mencurigakan menjadikan Ikhwan Masani sebagai nakhoda bersama tiga ABK-nya ikut diamankan di perairan Laut Flores. Demikian catatan online Mbuh tentang Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Makassar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel