Kepala Pemasaran BCA Cabang Makassar Elfriani Tumewa

Kepala Pemasaran BCA Cabang Makassar Elfriani Tumewa memberikan kesaksian di PN Makassar dalam sidang lanjutan dugaan penipuan dan penggelapan dana Rp29 miliar yang mendudukkan dua bos Asindo, Frans Tunggono dan John Luchman, sebagai terdakwa.

Elfrina membenarkan bahwa cek yang digunakan membayar tersebut adalah cek kosong. Akibatnya, cek yang dijadikan PT Asindo sebagai alat pembayaran utang, tidak dapat dicairkan PT Roda Mas Baja Inti. “Cek yang digunakan membayar tidak cukup alias kosong. Karena tak cukup, cek itu pun tidak bisa dicairkan PT Roda Mas Baja Inti,” kata dia di depan majelis hakim yang dipimpin Andi Makassau,kemarin. Namun, Elfriani Tumewa mengaku,pihaknya telah melakukan kesalahan fatal.

Pasalnya, pihaknya telah mengeluarkan dua surat keterangan berbeda mengenai isi cek yang dikeluarkan dan ditandatangani Elfriani. Dalam surat yang ditujukan ke PT Roda Mas Baja Inti disebutkan, cek BCA yang berisikan miliaran rupiah tak bisa dicairkan. Sementara itu,surat keterangan yang dikeluarkan untuk PT Asindo berisikan cek tidak pernah dicairkan sehingga diketahui kosong atau tidak.

Elfriani berkilah, pihaknya mengeluarkan dua surat keterangan berbeda tersebut karena tak ingin kehilangan dua nasabah besar BCA. Dia mengaku, menyerahkan surat keterangan kepada PT Roda Mas Baja Inti terlebih dahulu sebelum PT Asindo meminta surat keterangan dengan isi berbeda. “Kami tak ingin kehilangan dua nasabah, makanya mengeluarkan kepada keduanya,”katanya. Makkasau pun berang dengan kesaksian pimpinan BCA itu.

Dia mengaku, citra perbankan rusak dengan perbuatan saksi. Namun, perbuatan saksi itu dilatarbelakangi ketakutan BCA kehilangan dua nasabah besarnya.“Jadi itu akan menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan masalah ini,”ungkapnya. Selain dari pihak BCA,mantan Direktur Utama PT Asidno Chandra dan Komisaris PT Baja Mas Mulia Gedeon Chandra juga hadir bersaksi. Demikian catatan online Mbuh tentang Kepala Pemasaran BCA Cabang Makassar Elfriani Tumewa.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel