Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar mengamankan lima kontainer atau 129,48 metric ton gandum yang mengandung virus tilletia indica. Gandum tersebut berasal dari Pakistan dan masuk melalui Dermaga Peti Kemas Soekarno- Hatta. Gandum milik PT Letisindo ini rencananya akan diolah menjadi tepung terigu pada pabrik yang berada di Kawasan Industri Makassar (KIMA). Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makassar Hermansyah mengatakan, dari sampel yang diambil untuk diuji, gandum tersebut positif mengandung virus tilletia indica sehingga diputuskan diamankan dengan menyegel gudang penyimpanannya.

Virus yang baru pertama kali masuk ke Indonesia ini sangat berbahaya bagi tumbuhan yang penyebarannya melalui tanah. “Virus ini tidak berbahaya bagi manusia, tapi sangat berbahaya bagi tanaman karena bisa menggagalkan hasil panen dengan stadium berat, berada pada golongan 1A1,”papar dia. Walau demikian, dia mengaku, hasil uji laboratorium di Makassar tersebut masih akan diuji di Jakarta.

“Kami akan kirim juga sampelnya ke Jakarta untuk kepastian lebih lanjut,yang jelas hasil kami menunjukkan positif,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Bidang Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Ir Junaidi menambahkan, virus ini memang banyak menyerang gandum yang berupa jamur. Tetapi untuk di Indonesia, dia mengaku virus ini belum berkembang.

“Kami takutkan dengan diolahnya gandum ini di sini,limbahnya akan diserap tanah sebagai media penyebarannya dan malah menyuburkan virus dengan penanganan yang terbilang sulit,”ujarnya. Secara resmi gandum ini masuk ke Makassar pada 20 April dan hasil uji laboratoriumnya keluar 25 April. Saat ini gudang penyimpanan gandum di KIMA telah disegel untuk penyelidikan lebih lanjut. Demikian catatan online Mbuh tentang Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel