Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar

Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar akan menyiapkan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk rehabilitasi fisik tahap awal Pasar Dwikora Parluasan yang hangus terbakar Minggu (27/2) malam lalu. “Rehabilitasi fisik Pasar Dwikora ini bersumber dari pos anggaran tidak terduga di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2011,” papar Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Daniel H Siregar kemarin.

Daniel menuturkan, pembangunan ribuan kios Pasar Dwikora di Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, yang hangus terbakar dan rusak akan dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Permukiman Pemko Pematangsiantar. Namun, sebelumnya Dinas Pasar setempat akan mendata para pedagang yang kehilangan kios tempatnya berjualan pada kebakaran tersebut. “Pemko Pematangsiantar tidak akan tinggal diam dan akan mencari solusi terbaik agar pedagang bisa segera berjualan kembali untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” ungkapnya. Sebelum proses rehabilitasi fisik tahap awal dimulai, untuk sementara ini langkah pertama yang akan dilakukan Pemko Pematangsiantar yakni melakukan pembersihan di lokasi kebakaran. Selain itu, menyerap aspirasi pedagang untuk proses pembangunan pasar kembali.

Baru Kunjungi Pasar

Sementara itu,Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus akhirnya mengunjungi Pasar Dwikora Parluasan yang musnah terbakar, Minggu (27/2),lalu di Kelurahan Sukadame,Kecamatan Siantar Utara kemarin, atau empat hari pascakebakaran hebat itu. Kedatangan Hulman didampingi Wakilnya Koni Ismail Siregar, pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pematangsiantar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Alberd Sianipar dan Dandim Letkol (Arm) Anton I Popang dan Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Kakan Satpol PP) Sopian Purba.

Dia juga menyempatkan diri berdialog dengan pedagang korban kebakaran yang sudah mulai berjualan. Hulman yang selama ini kerap mengaku tidak terlalu suka membaca koran membuktikan ucapannya dengan menolak untuk diwawancarai wartawan yang sudah sejak pagi menunggunya di Pasar Dwikora.Mengaku agar tidak terjadi simpang siur informasi yang disampaikan, Hulman memilih pergi seraya mempersilakan wartawan menemui Kabag Humas dan Protokoler Pemko Pematangsiantar Daniel H Siregar. “Ini kan pemerintahan. Jadi, agar tidak terjadi simpang siur informasi yang disampaikan, sebaiknya hubungi saja langsung Kabag Humas yang sudah ditunjuk untuk menyampaikan informasi tentang Pemko Pematangsiantar,” ujar Hulman seraya terus berlalu meninggalkan para wartawan.

Pemprov Diminta Membantu

Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) asal pemilihan Pematangsiantar-Simalungun, Janter Sirait meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut turut memberikan perhatian terhadap penanganan nasib pedagang Pasar Dwikora Pematangsiantar yang kehilangan tempat berjualan pascakebakaran Minggu (27/2) lalu. Caranya dengan membantu Pemko Pematangsiantar untuk mempercepat rehabilitasi kios pedagang yang terbakar sehingga pedagang bisa kembali berjualan. “Jika Pemko Pematangsiantar tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membangun kembali kios pedagang yang terbakar secepatnya, sebaiknya ajukan bantuan anggaran ke Pemprov Sumut atau pusat.Kami juga akan berupaya mendorongnya,” paparnya usai berdialog dengan sejumlah pedagang di Pasar Dwikora,Parluasan Pematangsiantar, kemarin.

Politisi dari Partai Golkar itu secara khusus juga berharap Pemko Pematangsiantar memberikan jaminan kepada pedagang melalui kesepakatan bersama yang dibuat tertulis. Isinya, pedagang akan mendapatkan kembali tempatnya berjualan jika Pasar Dwikora direhabilitasi. Dengan begitu, para pedagang tidak khawatir jika pasar tersebut dibangun kembali oleh pemerintah. “Saya lebih sependapat jika kios dibangun kembali oleh Pemko Pematangsiantar sehingga pedagang memperoleh kepastian mendapatkan kembali tempatnya berjualan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka,”tandasnya. Sementara itu, sejumlah pedagang Pasar Dwikora yang kehilangan kios tempat berjualan mengaku sangat kecewa dengan sikap Pemko Pematangsiantar.

Sampai kemarin, pemko belum memberikan bantuan kepada pedagang. “Kami kecewa dengan Pemko Pematangsiantar yang sampai sekarang belum memberikan bantuan. Setidaknya,mereka bisa memberikan upahupah kepada kami yang baru dilanda musibah,” ujar pedagang kain bekas di Pasar Dwikora L Panjaitan, 47. Demikian catatan online Blog Dodol tentang Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel