Sekitar 1.500 anak

Sekitar 1.500 anak yang tinggal di sejumlah barak pengungsian bencana erupsi Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/1/2011), mendapatkan vaksin hepatitis B.

"Vaksinasi bagi anak-anak di pengungsian ini bertujuan memberikan kekebalan pada anak usia 5-12 tahun terhadap penyakit hati pascabencana alam erupsi Gunung Merapi," kata koordinator vaksinasi dari Indonesia Group on MDGs, Cece.

Penyebaran penyakit hati seperti HIV/AIDS. Jadi, dengan vaksinasi hepatitis B tersebut, diharapkan anak-anak lereng Merapi terhindar dari penyakit hati pascabencana erupsi Gunung Merapi.

"Anak-anak di sini rawan terkena penyakit hati. Target awal 3.000 anak, tapi karena kondisi menjadi setengahnya, 1.500 anak," katanya.

Vaksinasi ini dilakukan selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat, di 10 titik di Kecamatan Cangkringan dan Ngemplak.

"Vaksinasi dilakukan tim medis dengan cara suntik," paparnya.

Cece mengemukakan, kegiatan yang sama dilakukan Indonesia Group on MDGs di tiga kota lain di Indonesia, yakni di Kendari; Tentena, Palu; dan Lewulebu, Kupang.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Kecamatan Cangkringan Harjono mengatakan, bantuan vaksinasi bukan semata-mata bentuk kasihan kepada pengungsi, melainkan dukungan moril untuk warga Cangkringan agar bangkit kembali.

"Bantuan ini sebagai dukungan moril dan tanggung jawab warga kami untuk menatap hari esok, demikian catatan online Blog Dodol tentang Sekitar 1.500 anak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel